Jimmy GL PRO 08 : Resiko Kecurangan Pemilu Sangatlah Berat

Jakarta, indonetnews – Perhitungan Suara Real Count KPU tinggal menunggu hari. Tanggal 22 Mei .2019 adalah target waktu perhitungan suara selesai Pemilu akan diumumkan.

Berdasarkan hasil hitung cepat Qoick Count yang dilakukan oleh berbagai lembaga survey baik di indonesia maupun luar negeri memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sekitar 54%.

Namun, berdasarkan informasi dari berbagai TPS, berbagai kalangan masyarakat menilai adanya kejanggalan dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 yang berpotensi dengan kecurangan.

Menurut Ketua Umum Gerakan Laskar Pro 08 ( GL Pro 08 ), Jimmy CK, SE, AK, Kejanggalan demi kejanggalan terjadi pada Pilpres kali ini seperti banyaknya kematian petugas TPS dan banyaknya suara yang dimanipulasi seperti dilebihkan dan dikurangi demi keuntungan salah satu Pasangan Calon tertentu.

” Rakyat melihat bahwa kecurangan ini sudah terlewat batas. dan kecurangan ini, selama sejarah di indonesia dimana tidak pernah terjadi di setiap TPS petugasnya sampai tingkat kecamatan banyak yang meninggal dunia. Ini khan aneh. Jadi, kita rakyat mendesak mekanisme pileg dan pilpres tahun 2019 dibenahi. ini jelas-jelas terjadi kecurangan yang terlalu banyak dan signifikan,” tegas Jimmy di markasnya, Jl.Matraman Dalam 1, Jakarta Pusat ( 11/05/19(

Hal ini, lanjut Jimmy, harus ditindak lanjuti, karena dinilainya sudah merusak demokrasi di indonesia,”kematian petugas, ini sudah kejahatan kemanusiaan. Kematian yang disengaja. Ada pembunuhan yang direncanakan,” paparnya.

Jimmy meminta, bahwa penyelenggara pemilu  haruslah di diskualifikasi termasuk KPU dan Bawaslu. ” dalam hal ini juga pemerintah bertanggung jawab.prosesnya juga. dari masalah kecurangan, ketidak adilan,” tegasnya lagi.

Ia menyayangkan bahwa selama ini pemerintah tidak adil dalam pelanggaran pemilu, dan yang ditangkap hanyalah  pendukung Prabowo.

“Mereka yang sudah jelas-jelas berbuat kesalahan saat ini tidak ditangkap. Rakyat ini jadi bingung, karena siapa lagi aparat pemerintah yang masih netral,” imbuh pria mu’alaf ini.

Dalam perjuangannya, jimmy mengaku akan tetap mentaati hukum dan mentaati aturan yang ada, meskipun resiko atas terjadinya kecurangan Pemilu sangatlah berat sehingga bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, ” apagi sampai terjadi perpecahan antar anak bangsa. Ini yang menjadi masalah, dan ini harus difikirkan baik-baik oleh pemerintah. apalagi pemerintah harus bertanggung jawab. Jangan sampai ini dibiarkan,” harapnya.

Jimmy juga berharap bahwa aparat keamanan  jangan otoriter terlalu agresif dengan membuat rakyat menjadi takut dan bisa  melebihi seperti jaman orde baru.

“hak mengeluarkan pendapat itu diatur oleh undang-undang negara. Jadi, semua warga negara itu berhak menyampaikan pendapat, jangan sampai hal itu menjadi oomerang. Rakyat itu jika semakin ditakut-takuti.  semakin pula rakyat semakin berani,” tuturnya.

Jimmy menambahkan bahwa proses  demokrasi semuanya berawal dari rakyat. tidak ada suatu demokrasi yang bukan dari tuntutan rakyat,” tidak ada. Semua itu dari rakyat. Jadi, ketika rakyat bicara, berarti ada ketimpangan dan ketidakpuasan yang sangat berat.  Kita menjelaskan keberatan dan meminta bawaslu adil seadil-adilnya dan bekerja dengan sebenar-benarnya. Katakan ya klo memang iya, katakan tidak kalau memang tidak.

Ingat bahwa kita semua akan hidup dan akan kembali. Dosa ini jangan dianggap enteng” pungkas jimmy.(anto/inn)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply