Divisi Humas Polri Adakan Diskusi Refleksi 74 Tahun Indonesia Merdeka

Jakarta, indonetnews.com – Peredaran narkoba di tanah air sangat mencemaskan, merujuk data BNN pada 2018, prevalensi angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar di 13 ibu kota provinsi di Indonesia mencapai angkta 3,2 persen atau setara dengan 2,29 juta orang.

Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri Brigjen Pol. Drs. Eko Daniyanto, M.M mengatakan, kecenderungan meningkatnya penggunaan narkotika meningkat dengan korban mencakup dari kalangan anak-anak hingga aparat negara.

“Korbannya meluas mencakup di kalangan anak-anak, remaja, generasi muda, ASN, anggota TNI dan Polri, kepala daerah, anggota legislatif, hingga di lingkungan rumah tangga,” kata Eko dalam acara FGD (Forum Diskusi Group) Aksi Ancaman Bahaya Narkoba & Kajian Hukum di hotel Grand Kemang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019).

Eko Daniyanto menambahkan, dari pemetaan tahun 2018 yang sangat rawan di pantai pesisir timur Sumatra, dari mulai Banda Aceh, Medan, Pekan Baru dan Batam.

“Terakhir (20 februari 2018) telah ditangkap satu kapal Cina. Ditemukan (barang bukti) narkotika 1,622 Ton,” ujar Eko Daniyanto.

“Kebijakan yang kita lakukan sesuai dengan Bapak Kapolri dan (mengutip kata) Presiden Jokowi yang mengatakan kepada polri untuk menindak tegaskan, perang melawan narkotika di Indonesia,” ujarnya.

Adapun dikesempatan yang sama Pendiri GRANAT H. KRH. Henry Yosodiningrat, S.H mengatakan, GRANAT telah ke DPR untuk menyampakai draft dan naskah akademik.

” Karena ada banyak dalam UU Narkotika terdiri dari 155 pasal dan hanya 37 pasal yang memberikan kewenangan kepada BNN dan Polri selebihnya mengatur kewenangan Badan POM dan Kementerian Kesehatan,” ujar Henry Yosodiningrat.

Dikesempatan yang sama Mantan Kepala BNN Komjen Pol (Purn) Dr. Anang Iskandar S.H, M.H mengatakan, “Pencegahan yang benar adalah melakukan langkah langkah agar masyarakat lakukan cegah dan tidak di tipu penggunaan narkoba,” ungkapnya.

“Bandar di hukum berat saya setuju dan bagi pengguna saya sangat setuju untuk di rehap,” tutur Anang Iskandar.

Poin penting dari penentuan ini adalah memperjelas perang terhadap penyebaran barang haram ini di dunia, khususnya fenomena kecanduan dan dampak berbahaya lain dari narkoba. Sekaligus menunjukkan komitmen dari negara-negara internasional untuk bersama mencegah penyalahgunaan narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di masyarakat menunjukkan peningkatan dengan meluasnya korban akibat narkoba.(hapip/inn)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply