Anggota Polri Korban Pemilu, Jimmy GL Pro 08 : Andaikan Saya Kapolri, Saya Akan Ungkap !

Jakarta, indonetnews – Pasca Pemilihan Umum Pilpres dan Pileg serentak tahun 2019, bangsa indonesia dikejutkan oleh kematian ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS ). Anggota Polripun turut menjadi korban dalam kematian yang dinilai misteri itu.

Hal ini menimbulkan  polemik dari beberapa kalangan. Ada yang menyebut kematian ini akibat kecapaian hingga diracuni oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dikutip dari CNN, Mabes Polri, mencatat anggotanya yang tewas saat mengamankan Pemilu 2019 hingga 29 April 2019 lalu berjumlah 22 orang. Anggota Polri yang meninggal dinilai keletihan karena mengawal proses panjang Pemilu.

“Personel Polri yang gugur pada tahapan pengamanan Pemilu 2019 sampai hari ini 22 orang,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Senin (29/4/19 ) .

Tim pemantauan Pemilu 2019 dari Komnas HAM menargetkan pengusutan kematian petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019 tuntas sebelum 22 Mei 2019.

“Kita akan memulai minggu depan. Kami akan turun, tanggal 15 (Mei) akan turun. Sebelum tanggal 22 Mei itu, Komnas HAM sudah mempunyai hasil yang kemudian dapat menjadi analisis atau rekomendasi; ditargetkan seminggu selesai,” ujar Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara kepada CNNIndonesia, Jumat (10/5).

Ketua Umum Gerakan Laskar Pro 08 ( GL Pro 08  ), Jimmy CK,SE,AK, meminta kepada aparat pemerintah untuk segera mengusut tuntas kasus ini agar tidak terjadi dikemudian hari.

ia mendesak kepada Komisi Hak Asasi Manusia ( Komnasham ) untuk segera mencari kebenaran dan pihak Kepolisian untuk segera mengungkap siapa pelaku dibalik semua ini.

” kita sebagai rakyat meminta kepada komnasham untuk mengatakan yang sebenar-benarnya. Katakan iya kalau memang ada sesuatu yang dicurigai, katakan tidak klo memang tidak,” ujar Jimmy usai melakukan Buka Bersama di markasnya, jl.matraman dalam 1, jakarta timur (17/05/19).

Jimmy menambahkan bahwa Instusi Kepolisian harus menunjukkan keseriusannya dalam menangani semua permasalahan hukum di indonesia dalam hal ini kematian yang menurutnya penuh dengan misteri. terlebih, ada anggota polisi yang ikut menjadi korban

“andaikan saya jadi kapolri, saya akan ungkap, karena ada anggota saya yang mati disitu . Kalau memang benar ada kesengajaan dan modus perencanaan untuk dibunuh,” tegas Jimmy.

Jimmy menilai, aparat pemerintah untuk saat ini sangat sulit untuk bisa dipercaya. ia berharap, ada keajaiban yang datang agar keadilan segera terwujud.

” Ya memang kita rakyat kurang percaya dengan aparat. Kalau saja ada posko malaikat yang dikirim Allah SWt, kita akan cari, sampai  diujung dunia kita cari.karena disitu benar-benar adil, bijaksana dalam melaksanakan tugas, ” tandasnya

Sementara, berdasarkan hasil investigasi Kementerian Kesehatan melalui dinas kesehatan tiap provinsi, mencatat petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sakit sudah mencapai 11.239 orang dan korban meninggal 527 jiwa.

Hal itu diungkapkan siaran pers Kementerian Kesehatan yang dilakukan di Jakarta, Kamis (16/5/2019), seperti dikutip Antara, jumlah korban sakit dan meninggal tersebut hasil investigasi Kemenkes di 28 provinsi per tanggal 15 Mei 2019.

Perlu diketahui, Asep menjelaskan, Polri akan memberikan hak para personel Polri yang gugur tersebut. Para personel Polri yang gugur tersebut bakal mendapatkan asuransi risiko kematian, santunan, dan beasiswa untuk anaknya.

Selain itu, para personel yang gugur tersebut juga akan mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa.

( anto/inn )

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply