Camat Cempaka Putih Membuka Festival Budaya

Jakarta, indonetnews – Camat Cempaka Putih Andri Ferdian membuka Festival Pemuda di Jalan Raya Rawasari Barat 1 yang di penuhi berbagai usaha dan kuliner pada sore ini ( 19/01/19 )

” Dalam kegiatan ini yang diinisiasi dari karang taruna cempaka putih timur dan juga kelurahan-kelurahan setempat memfasilitasi segala potensi yang ada,” kata Andri Ferdian S.SOS, Camat Cempaka Putih usai membuka acara itu.

Andri menjelaskan, kegiatan ini mengedepankan Budaya betawi untuk menjadi tuan rumah di wilayahnya sendiri,” tetapi tidak menutup pada band-band modern, seperti yang tampil sekarang ini,” terangnya.

Selain itu, Andri menambahkan bahwa kegiatan ini juga difasilitasi untuk para dunia usaha khususnya yang dipimpin oleh kecamatan cempaka putih,” dalam wadah pengembangan kewiirausahawaan, semua yang sudah kita bina kita kasih ruang tempat berdagang untuk memperkenalkan produknya lebih luas,” ujarnya.

Dikarenakan kegiatan ini positif dan respon masyarakat sangat baik dan antusias,Andri berharap kegiatan ini bisa berkesinambungan di anggarkan di  kecamatan dan juga berkolaborasi dengan Sudin Pariwisata dan Sosial.

” Karena Karang Taruna masih dibawah Pembinaan Dinas Sosial DKI Jakarta. Dan yang paling penting supaya mereka dibuat tertib tidak membuat negatif, jauh dari narkoba, tawuran dan hal-hal negatif lainnya. dengan adanya kesibukkan seperti ini tidak hanya membentuk jadi diri mereka, tetapi tetapi bisa mengimplementasikan segara potensi yang mereka punya untuk dirasakan bagi semua masyarakat minimal bagi dirinya sendiri,” ujar pria berkacamata ini.

Di wilayahnya, Andri menerangkan bahwa sudah banyak yang di bina dalam bidang kuliner karena memang Cempaka Putih  sudah menjadi suatu icon ,” seperti taman solo itu khan sudah menjadi icon area kuliner. Jadi memang ada di warga kita, kita kembangkan oleh program kewirausahaawan terpadu yang sudah ada baik dibina dari UKM maupun PAPPP atau KPKP. Jadi sudah banyak yang membina mereka. Kalau semuanya sudah dibina tetapi tidak mengisi tempat untuk berdagang memperkenalkan produknya mereka masih melempem lagi. kapan bisa dikenal produknya dia,” pungkasnya.

Kegiatan seperti ini, lanjut Andri diharapkan untuk memberi ruang juga kepada pelaku usaha dan masyarakat untuk dapat mengenal lagi lebih banyak, “makananan yang aneh-aneh tidak bisa ditemui di Mall dan sebagainya,” celotehnya.

” Kegiatan ini sudah berjalan setiap tahunnya. yang paling terpenting juga CSR dari Pelaku dunia usaha yang telah sukses sebagai pembina sebagai bapak pengasuh kepada pelaku – pelaku dunia usaha yang baru mulai usaha ini,” tutupnya. ( hapip/inn )

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply